Senin, 24 September 2018

Histereskopi Operatif di RS Hermina Bekasi Barat


Bulan Mei 2018, pikiran lagi semrawut. Jadwal Haid berantakan padahal udah membulatkan tekad untuk ikutin saran dokter Rizki melakukan tindakan Histeroskopi.

Ketika si tamu bulanan datang, meski masih ada sedikit keraguan  tapi tetep sih akhirnya bikin janji untuk konsul juga, dan ternyataaaaa.... Dokternya lagi umroh sis, ya sudah memang harus fokus renovasi rumah dulu kali ya, karena memang sedang renovasi rumah per tanggal 7 mei 2018 kemaren.

Satu siklus menstruasi pun berlalu. Mulai mengumpulkan keberanian lagi untuk bikin janji di siklus bulan berikutnya. Setelah menuntaskan 6 hari puasa sunah syawal dan 7 hari bayar hutang puasa, jeda beberapa hari kemudian tamu yang lumayan tidak ditunggu ini pun datang. Langsung bikin janji temu dengan dokter Rizky dengan semangat 45!

Lebih dari setahun belakangan ini memang tiap kali konsul ke dokter jarang ditemani suami. Tidak 'Baper' kok, kan paham situasinya suami lagi kerja. Yang tidak bisa tiap saat ijin datang terlambat, atau pulang cepat demi mengantar istrinya yang kalau bikin jadwal di hari kerja dan jam kerja pula. Ya sudah nikmatin aja wara wiri nge'grab' atau kalau sedang beruntung bisa minta di temani atau di anter adik bungsu. Udah bahagia lhoo hati saya ini.

Hari jumat siang, saya ijin saat jam makan siang karena memang jadwal dokternya pukul 11.00 s.d 14.00 WIB. Masih memungkinkanlah dalam bayangan saya. Saya jalan dari kantor sekitar 13.30 siang. Kelarin sedikit kerjaan yang urgent supaya tenang saat ijin ke keluar. Tapi untuk kesekian kalinya jadwal dokter pun ngaret.

Jam 15.00 WIB Ibu dokter tercinta baru mendarat, dikarenakan ada meeting dengan manager rumah sakit. Alasan yang sedikit membuat tensi darah meroket ya gak sih.. ?
Sepenting apa sih meeting itu sampai harus menelantarkan pasien. Yang mungkin datang kesana dengan penuh harapan, kecemasan dan segala tetek bengek urusan yang sementara ditinggalkan. 

Mana hari itu gak sarapan karena ngebut kerjaan ditambah sedikit kurang nafsu makan, tenggorokan kering, sedang mens, badan meriang dan flu berat. Sungguh kondisi yang rasa - rasanya pengen di traktir sop janda dengan taburan cabe rawit yang melimpah, di temani dengan nasi hangat bertabur bawang goreng krispi. Minumnya cukup dengan air jeruk peras yang masih panas. Mantap!

Sayangnya itu semua cuma halusinasi, sore itu saya masih duduk ngelamun sambil menunggu antrian, ke sebelas!
Sekitar pukul 16.15 menit baru di panggil itu pun setelah pasien sebelum saya menghilang entah kemana, mungkin ke toilet, mungkin sedang mengisi perut karena terlalu lama menunggu atau bahkan pulang karena lelah. Menurut kalian dia kemana? *meneketehe

Terlepas dari teka teki pasien nomor 10 yang menghilang, akhirnya saya terpaksa menggantikannya dengan senang hati. Lumayankan..

"Bagaimana Bu? Ada apa?" Kata Bu Dokter dan saya bilang, 
"saya blm hamil dok, saya sedang haid hari ke-3" kata saya waktu itu.
Setelah sebelumnya dokter sempat menilai prograss diet saya, dari angka hasil timbangan tadi yang menunjukkan angka yang menggembirakan. wajarlah ya secra kan baru aja selesai puasa di bulan Ramadhan, bayar hutang puasa dan puasa syawal.  

Akhirnya saya pun menduduki kursi singgasana itu. Untuk pengecekan apakah polip masih ada atau tidak. Dan faktanya itu polip masih ada. Dengan tegas saya bilang ke dokter jadwalin saja untuk waktu tindakan HO nya.

Setelah urus ini itu kebagian administrasi dibuatlah surat rujukan untuk rawat inap satu malam sebelum tindakan ditambah resep obat yang harus diminum 2 hari sebelum tindakan. Katanya sih itu obat untuk membuka jalan lahir.

obat yang harus diminum 2 hari sebelum tindakan HO


Hari rabu, tanggal 25 Juli 2018 sepulang kantor saya buru - buru pulang untuk mandi dan bawa sedikit keperluan untuk menginap antara lain : Kain sarung kesayangan warisan dari nenek, 1 stel pakaian dalam, satu stel baju tidur, sikat gigi, odol, facial foam, sabun cair dan cairan antiseptic. Selain itu bawa sebungkus biskuit malkis dan sebutir mangga yang sudah di potong - potong serta beberapa butir jeruk yang tersisa di kulkas.

Toiletries


Drama pertama adalah saat muter - muter cari parkiran, karena RS. Hermina Bekasi Barat memang segitu kecilnya deh parkirannya. Yang kalau di lihat udah pasti penuh terus, atau pas kebeneran aja ya.
Drama selanjutnya adalah antri di pendaftaran. Padahal ya udah ada surat pengantar juga yang di buat saat konsultasi terakhir kali. Entah karena memang saya lagi laper, panik atau apa semua terasa berjalan lambat.

Akhirnya bisa masuk ruang perawatan juga sekitar pukul 20.00 WIB. Sejak awal saya memilih kelas III selain karena memang cari yang ramai biar gak serem, juga karena alesan budget. ya kalo cuma tidur dirumah sakit ngapain yang mahal - mahal sih. Kalo mau liburan oke deh ya cari penginapan yang bagusan. Karena diruang kebidanan bahkan suami aja gak boleh nungguin lewat dari jam 22.00 WIB. Alhamdulillah banget ada Mama yang bersedia nungguin.

Pukul 22.30 diambil darah untuk test laboratorium persiapan operasi besok. Di cek tensi darah juga, dan disuruh makan malam untuk persiapan puasa besok pagi.  Dikirimlah nasi goreng rumah sakit dengan telor ceplok yang rasanya ya "B -ajah", tapi ya Alhamdulillah,hehe.

Kemudian sekitar jam 2 malem minum banyak air putih karena setelahnya harus puasa makan minum. Lanjut tidur lagi sampai pagi. Saat itu saya masih nge-flek gitu mens nya belum bener - bener bersih. Sempet galau tapi pas tanya sama suster katanya gak masalah.

Setelah mandi dan ganti piyama biar nyaman. Akhirnya jam 7 datanglah perawat yang akan membawa saya keruang eksekusi. Sebelumnya di tusuk jarum infus buat masukin obat gitu. Berasa jadi orang sakit karena mesti di dorong - dorong dalam keadaan terbaring. Melewati lorong - lorong rumah sakit dalam kondisi pikiran dan hati yang sulit untuk di deskripsikan lagi.

Berada di ruang peralihan, terakhir diantar sama Suami dan Mama kemudian diminta berdoa supaya di lancarkan segala sesuatunya,merekapun diminta keluar ruangan.Kemudian saya ganti seragam operasi yang jahitannya jaya orang kehabisan benang dengan melepas semua atribut pakaian yang melekat. Tiba - tiba aja merinding karena hawa dingin ruangan terasa menusuk kulit.

Selesai cek ini dan itu yang sebenarnya cuma sekedar wawancara ringan, nama, tanggal lahir, ya gitu - gitu aja sih tiap akan dilaksanakan  tindakan. Mungkin takut ketuker pasien kali ya, baguslah dari pada asal suntik kan bahayaaaaaa!

Diantarlah saya menuju sebuah ruangan yang  berisi segala tetek bengek peralatan menyeramkan. Ada semacam alat deteksi detak jantung di sebelah kanan, dan semacam monitor gitu di sebelah kiri. Ada meja yang berisi berbagai macam tools yang nantinya bakalan di pake.

Menatap langit - langit ruang operasi yang dingin. Cuma bisa istighfar, memohon ampun atas segala dosa - dosa yang pernah di perbuat. Bagaimana jika disinilah saat terakhir kalinya saya bisa membuka mata? Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Semua saya pasrahkan kepada Allah SWT. Sekali lagi, manusia cuma bisa berusaha tapi cuma di tangan Allah takdir kita di genggam.

Dokter Rizki yang akan mengeksekusi sudah ada di posisi, begitu juga dengan dokter anastesi. Tepat hitungan ketiga setelah selang terpasang dihidung dan saya menghirup udara yang begitu dingin ditambah dengan suntikan dibagian tangan. Terus saya di minta berhitung 1 - 3 kali dan tarik nafas dalam - dalam. Disitulah kesadaran saya berakhir. Saya tidak merasakan apapun selain beberapa kali tepukan di bahu dan beberapa kali nama saya di sebut, yang mungkin oleh suster yang mendampingi dokter operasi. dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar. 

Ketika saya mulai bisa membuka mata hal pertama yang saya lihat adalah lampu yang ada di langit -langin ruang operasi, ruangan dingin tempat terakhir kali terpejam. Yups saya masih diruang operasi. Sadar, tapi  tak sepenuhnya sadar karena masih dalam kondisi lemes selemesnya.

Sekitar jam 10 saat saya kembali melewati lorong - lorong menuju ruang perawatan. di iringi suami  dan mama tercinta.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.

BTW,  baca juga cerita Sebelum HO disininya.

Wassalam,

Yang Masih Berjuang Untuk Menjadi Ibu



Jumat, 17 Agustus 2018

Cerita (sebelum) Histereskopi Operatif






Assalamu'alaikum pembaca yang budiman, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.


Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya menjalani Hysterescopy Operatif atau Histeroskopi Operatif yang baru dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Sebelum saya lupa.. Haha

Semoga masih pada inget dong resolusi, harapan, doa, dan cita - cita terbesar saya ditahun 2018 ini tentang keinginan menjadi Ibu. Bukan karena sudah ditanyain terus sama Ortu,mertua, saudara, teman, tetangga apalagi netizen, LOL. Ya saya merasa sudah sangat siap lahir dan bathin untuk menerima amanah anak. Tapi sepertinya belum ada tanda2nya sampai dengan saat ini. Karena siap versi kita sebagai manusia belum tentu siap bagi-Nya.

Pasrah dan Tawakal penuh kepada Allah SWT itu wajib, tapi ikhtiar dan doa maksimal juga harus dong. Iya, jadi untuk menuju ke arah sana saya harus mulai lagi program hamil dengan serius. Kemaren - kemaren gak serius dong? Serius juga kok.. Tapi kali ini lebih super duper serius!

Pernah urut, bekam, minum ramuan ini dan itu, kurma muda, buah zuriat, dari segi medis tentu saja check up keseluruhan untuk istri : USG Transvaginal, HSG, Test Hormon, dan terakhir sempet terapi juga dengan obat Hormonal yang ketika di konsumsi membuat tubuh gak nyaman, ya meriang, pusing, begah juga perutnya.
Intinya secara keseluruhan baik.

Sedangkan untuk suami Analisa Sperma, sampai dengan Rongsten untuk memastikan ada varikokel atau tidak. Btw, kenapa diminta Rongsten? Karena hasil AS pertama kurang bagus. Setelah Rongsten Tapi semua oke kok bahkan hasil Analisa Sperma hasil yang baik. Pernah cerita disini tentang Analisa Sperma yang terburu - buru.

Sekitar bulan februari 2018 saya direkomendasikan untuk urut sama kaka ipar yang kebetulan cocok dan berhasil hamil berkat pertolongan tukang urut tersebut. Ya tidak ada salahnya di dicoba, pikir saya waktu itu.

Tidak disangka rasanya sungguh nyeri- nyeri sedap, nyaris kapok tapi saya masih berpikir ya Allah ini belum seberapa sakitnya di bandingkan saat akan melahirkan. Jadi saya berusaha kuat saat itu, karena malu juga kalau sampai menangis apalagi menjerit. Sungguh pengalaman yang traumatik.

Singkat cerita kunjungan kedua sudah di jadwalkan. Tapi qodarullah ditengah jalan di info si Ibu Tukang urut ini berhalangan. Akhirnya kami putar balik lagi untuk pulang dan istirahat saja dirumah.

Beberapa bulan vacum dari dunia per-promil-an karena ingin mengumpulkan kekuatan hati lagi untuk serius ke dokter aja. Iya niat hati untuk inseminasi semakin kuat. Walaupun kata dokter prosentase dari inseminasi hanya sekitar 15 - 20% saja di banding bayi tabung yang mencapai angka 40% peluang keberhasilan.

Kenapa harus Inseminasi? Karena kami sudah mencoba secara Alami belum berhasil. Jadi apa salahnya dicoba. Sekali lagi kami cuma bisa berdoa dan berusaha selebihnya adalah hak Allah untuk mengabulkan atau tidak.

Sekitar bulan Mei saya mulai cari informasi lebih mendetail terkait prosedur dan biaya inseminasi. Dan kami memutuskan untuk tetap dengan dr. Rizki Isnaeni SpOg yang biasa kami kunjungi.

Setelah kurang lebih 6 bulan tidak promil ke Dokter akhirnya saya memberanikan diri karena kebetulan dapet voucher konsultasi gratis setelah mengikuti seminar di RS. Hermina Bekasi yang kebetulan pembicaranya adalah dr. Rizki, As Always sendirian ya karena jadwal suami super padat dan ya udah cuma check up saja kan gak masalah kok sendirian juga.

Masuk ke ruang praktek dengan santai tapi mantap langsung tembak ke dokternya, "Dok sepertinya saya sudah mantap mau Insem aja"
Dokter Rizki pun menyambut baik keinginan saya karena rekam medis saya baliaupun sudah paham kan, jadi beliau bilang, oke. Akhirnya harus ke kursi 'singgasana' untuk transV lagi demi melihat kondisi rahim dan sel telur.
"Bu, kok sepertinya ada polip ya ini, kecil sih tapi kalo di biarin bisa menghalangi perlekatan embrio"

Kaget dong saya, beberapa bulan yang lalu belum ada apa-apa kok, bersih dan baik semua kondisinya. Antara kaget, sedih, takut, kecewa bercampur menjadi satu. Tapi reaksi saya cuma bengong.

Dokterpun menyarankan saya untuk Histeroskopi secepatnya sebelum inseminasi. Dan menjelaskan secara singkat, bahwa Histereskopi adalah tindakan teropong rahim dengan memasukan kamera kecil untuk melihat kondisi rahim secara lebih jelas, sekaligus dapat dilakukan tindakan apabila ditemukan polip. Tentunya tindakan ini dilakukan supaya memperbesar peluang keberhasilan program kehamilan. Tindakan ini dilakukan bisa dengan bius umum atau dengan memberikan obat penghilang nyeri.

Masih dalam kondisi syok saat itu, saat dokter bilang sesegera mungkin, bila perlu besok. Saya makin terbengong - bengong saat diinfokan biayanya. Setelah coba kasih info suami melalui whattsap saya memutuskan untuk menunda dulu demi menyiapkan diri dan tentunya biaya.

Untuk meyakinkan diri saya dan suami memutuskan membuat jadwal konsul dengan  Dokter lain. Jatuhlah pilihan ke Dr. Antony di RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat.
Dr. Antony sangat ramah dan komunikatif, awalnya kami cuma bilang mau promil. Beliau membaca kembali resum hasil test ini dan itu yang segambreng itu. Dan beliau menyimpulkan bahwa pada kasus kami termasuk pada Infertil unExplained yang dalam hal ini tindakan paling memungkinkan adalah mamperbaiki pola hidup dengan olahraga dan makan - makanan sehat. Rajin konsumsi asam folat setiap hari, serta banyak - banyaklah berdoa.
Untuk tindakan medis yang mungkin bisa di lakukan baliau malah bilang, dari pada buang-buang uang untuk cek ini dan itu coba dikumpulkan saja buat Bayi Tabung. Beliau tidak menyarankan Inseminasi karena peluangnya kecil.

Reaksi kami datar sedatar - datarnya. Sambil menghela nafas panjang tentunya supaya otak kami dialiri oksigen yang cukup agar tidak pingsan saat itu juga.

Sebelum memulai USG transV akhirnya saya menjelaskan bahwa, informasi dari dokter sebelumnya ada polip, saya katakan supaya dapat second opinion mengenai permasalahan ini. Dan ternyata benar memang ada polip, tapi reaksi dari Dr. Antony santai aja, beliau malah bilang "Sebelumnya gak ada polip tapi belum hamil juga kan? Jadi penyebab utamanya bukan polip dong.."

Disitu saya merasa galau, disatu sisi apa yang di katakan Dr. Antony mungkin ada benarnya. Tapi kalo udah kejadian begini ya udah mau gak mau kudu diilangin dong polipnya. Sebenernya di minta balik lagi pas mens hari kedua atau ketiga buat melihat kondisi terkini si polip ini yang kata dokter bakal terlihat jelas saat mens hari kedua atau ketiga. Tapi saya gak dateng. Buat apa lagi cari banyak bukti ini itu, yang ada buang waktu dan biaya.

Akhirnya saya mantap untuk histeroskopi operatif pada periode menstruasi bulan berikutnya. Semoga saja ini adalah keputusan terbaik untuk masalah kami.
Mencoba mengisi hati dan pikiran dengan harapan dan doa yang baik, agar tidak ada ruang untuk keputus asa-an. Semangattttt!

" Allah Senantiasa Bersama Orang - Orang Yang Sabar "


Minggu, 08 April 2018

Jerawatan (Lagi)

Assalamu'alaikum, 

Jerawatan? Itulah yang sedang aku alami. Setelah sekian tahun lamanya berhasil mengusir jerawat.
Akhirnya saya ketemu lagi sama si bulet kecil yang bikin wajah berantakan, LOL. Macam anak gadis yang baru aja ngalamin masa puber. Btw Sepertinya jerawat bukan masalah para remaja saja ya.

Salahku juga sih kelewat cuek dalam merawat kulit wajah. Boro - boro ngejalanin  double cleansing seperti yang sering disaranin para beauty blogger, yang ada aku sering kelupaan bersihin wajah dan merasa cukup dengan cuci muka dengan facial wash.

Kesalahan kedua yang cukup aku sesali adalah, sering gonta ganti produk perawatan wajah. Yakin banget inilah yang jadi penyebab jerawatan aku sekarang.

Berikut ini adalah beberapa produk yang menjadi tersangka muncul nya jerawat di wajahku beberapa minggu sebelum aku mengalami breakout parah sejak pertengahan februari kemarin.

1. Minum Vit. E Wellnes 400ui dan Blackmores Breasfeeding

Sebenernya mengkonsumsi Vitamin E tujuan utamanya adalah untuk menjegah radikal bebas yang dapat mengganggu proses pembentukan sel telur aku, karena kebetulan sedang promil.
Gak niat banget buat perawatan kulit tapi apa dosisnya kebanyakan jadi gini efeknya?
Padahal dulu pernah juga minum Vit. E 400ui punya Ever E.

Blackmores Breasfeeding di rekomendasikan buat yang sedang program hamil, tujuannya adalah untuk menabung asam folat buat perkembang janin nantinya.

Dan sejak februari kemarin udah stop semua vitamin penunjang program hamilku. Bukan karena masalah jerawat juga sih, Lebih tepatnya aku mau melakukan semacam detox dulu ke tubuh supaya metabolisme tubuh kembali normal dan nantinya bisa fokus promil lagi.

2. Facial wash Cetaphil

Kalo ini akibat korban review temen dan beberapa beauty blogger. Yang katanya cetaphil itu baik untuk kulit sensitif.
Entahlah aku sendiri belum merasakan efek yang signifikan. Nyatanya aku jadi jerawatan. Padahal setelah sekian tahun lamanya aku biasa gonta ganti facial wash sih, dan semuanya yang murah meriah dan bisa di dapat dengan mudah.
Misal. Citra facial wash, wardah creamy foam, produk oriflame juga pernah, tapi dikulit aku aman - aman aja.

Cetaphil Teksturnya lembut dan tidak berbusa saat diaplikasikan. Mungkin itu pengebabnya, karena biasanya aku pakai facil wash yang berbusa. Sekali lagi ini baru kemungkinan, belum tentu juga sih Cetaphil ini pelaku utamanya.

3. Moisturizer Sebamed

Dapet tester saat mengikuti seminar kesehatan di RS. Mitra Keluarga Bekasi Timur. Yang pertama produk pembersih kewanitaan, yang menurut aku bagus. Karena aku pake pas lagi ngalamin semacam anyang- anyangan, cuma sekali dan langsung ngefek. Anyang - anyanganku pergi tanpa pamit. Emang ngaruh? Iya karena kata dokter anyang-anyangan itu akibat pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

Nah kalo produk Moisturizernya ternyata untuk kulit kering gaess... padahal kulit aku kan berminyak cenderung sensitif. 

Sayangnya aku juga gak sempet baca kandungan bahan nya apa aja karena box pembungkusnya udah di buang. Betapa konyolnya diriku ini.

4. BB Cream Garnier

Ini adalah BB Cream ketiga yang pernah kumiliki,
pertama punya merk Maybelline. Sejauh yang aku inget teksturnya ringan dan gak bikin aku breakout parah.
Kedua, BB Cream punya oriflame juga sama,  enak banget di pakenya tipis- tipis aja tapi hasilnya bagus kok dan yang jelas gak bikin breakout.

Nah di garnier ini gak cocok apa gimana ya di kulit wajahku.


Dalam Box cuma diinformasikan bahwa produk BB Cream ini di perkaya dengan sari lemon. kandungan bahan lain tidak disebutkan.




5. Micelar Water Garnier

Lagi - lagi ketika berniat untuk lebih rajin membersihkan wajah salah satunya dengan membeli micelar water karena katanya, ya sekali lagi katanya kandungannya itu mendekati air biasa yang dapat di pastikan aman dong ya namanya juga air. Teksturnya yang ringan air diperkaya dengan micelles dan formula ysng tidak lengket diwajah, tidak berminyak dan tanpa parfum, cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif. 

Tapi mengapa oh mengapa semua ini terjadi?


Tau kan rasanya udah percayakan diri kita pada sesuatu kemudian sesuatu itu malah berbuat sebaliknya. Aku sungguh kecewa. 

Meskipun ya aku sendiri berharap bukan mereka tersangkanya. Karena masih curiga sama kondisi hormonku yang seperti roller coaster, naik turun sesuka hati.

Sekarang aku stop dulu penggunaan produk kecantikan di atas. Dan menggantinya dengan beberapa produk yang di anggap bisa menjadi healing untuk kulit yang stress.

Ya anggap saja kulit wajahku sedang shock dan butuh penenang.

Dan akhirnya pilihanku jatuh pada :
1. Milk Cleanser Cucumber  & Toner Cucumber kepunyaan Viva Cosmetik
2. Nature Republik Aloevera Gel
3. Moisturize witch Hazel punya wardah
4. Lighting Creamy punya wardah
5. White Secret PTE puny Wardah.

Nanti aku review ya.. InsyaAllah

Wassalam,

Korban Jerawat,
Pertiwi

Jumat, 23 Maret 2018

Review Buku #TEMANTAPIMENIKAH

Buku #TEMANTAPIMENIKAH
Assalamu'alaikum,

Aku baca buku ini udah beberapa bulan lalu, mumpung masih happening banget ini, karena film nya bentar lagi tayang aku pengen review sedikit.

Eh be-te-we aku mereview buku bukan berarti aku seorang yang ahli gimana gitu ya, ini hanyalah review seorang aku yang hobi baca novel. 

Jadi awalnya beli buku kuning ini karena liat timelinenya si penulis yaitu Ayudia Bing Slamet dan suaminya Ditto. 

Disamping penasaran juga sama kisah mereka yg kalo dipikir - pikir hampir sama dengan kisahku dan suami, yaitu #temantapimenikah meski gak seratus persen sama sih karena ya aku dan suami gak seakrab itu di jaman old. 

Buku terbitan Elex Media komputindo yang covernya berwarna kuning, setebal 208 halaman ini menceritakan  kisah persahabatan antara Ditto dan Ayu dari SMP sampai sengan SMA hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.

Saat SMP mereka satu kelas, persahabatan  antara Ditto yang dikenal sebagai cowok supel dan Ayu yang tomboy sudah tidak diragukan lagi. Bahkan Ditto mengajak Ayu bergabung dalam Band sekolah mereka sebagai vocalis dan dia sendiri di bagian perkusi.

Yang ternyata alasan di balik ajakannya adalah agar mereka bisa lebih sering bersama.

Hingga akhirnya mereka lulus dari SMP dan tetap memilih melanjutkan di sekolah yang sama. Dan demi bisa sekelas dengan Ayu saat pembagian jurusan, Ditto bahkan rela menukar jurusan dari IPA menjadi IPS. Meski terdengar konyol ya gak sih.. Tapi toh mereka bisa membuktikan konsistensi dalam passion mereka.

Ayu dan Ditto sendiri sudah berulang kali ganti pacar. Entah karena tak cocok, bosen dan alasan lainnya. Sampai akhirnya Ayu merasa lelah untuk pacaran lagi karena harus berulang kali merasakan putus cinta. 

------
Ayu Menatap Ditto untuk waktu yang cukup lama. Rasanya sangat berat untuk melepas sahabatnya selama enam tahun ini untuk pergi kuliah ke kota yang berbeda dengannya. Cowok itu sudah jauh lebih tinggi  dari saat ia pertama kali bertemu dengannya di SMP. Gaya rambutnya pun sudah berubah, berhasil menunjang penampilannya tiap manggung bersama band-nya. Jadi lebih keren---sedikit keren, ralat. Ia tak akan mengakui hal ini di depan Ditto secara lansung. Bisa - bisa cowok itu nyengir selama sebulan karena senang.
---
Teman tapi Menikah hal. 113

Hingga saat mereka sudah lulus SMA dan memilih kuliah dikampus dan kota yang berbeda. Komunikasi mereka tetep berjalan meski tak se-intens sebelumnya. Bahkan sesekali masih sering bertemu.

Ditto yang di ceritakan dalam cerita ini sebenernya sudah punya perasaan special dengan Ayu sejak awal persahabatan mereka begitupun sebaliknya. Hanya saja mereka seperti enggan untuk mengakuinya.
Juga karena tak ingin merusak persahabatan mereka.

Saling mengagumi satu sama lain meski yang terlihat adalah sebaliknya.

-----
Satu hal yang menguntungkan dari jarak yang ada di antara ia dan Ayu adalah, setidaknya saat ini ia tak perlu memasang ekspresi senang atas kabar gembira yang ayu sampaikan tersebut.

Ditto tak tahu ia menghabiskan berapa lama untuk merenung dan memikirkan semua yang ia rasakan sejak awal kepada Ayu. Ia kira perasaan macam ini hanya bertahan saat mereka masih sekolah. Hanya rasa suka yang .... begitu saja. Suka karena terbiasa.

Benarkah Ditto menyukai Ayu?

Ditto tidak menemukan jawaban yang tepat  sejak dulu ia tak ingin persahabatannya dengan Ayu hancur begitu saja karena ketidaksukaannya terhadap semua pacar Ayu, karena keinginannya untuk terus bersama Ayu, karena kesukaannya menatap Ayu yang bicara dengannya dan mata bulatnya yang selalu terlihat senang ketika membicarakan hal - hal yang ia sukai.

Ia menyukai Ayu, menyukai semua yang ada didiri cewek itu.
Ia menyukai sahabatnya.
Maka dari itu, sejak dulu bahkan sampai sekarang, ia tak akan memberi tahu hal itu kepada Ayu.

------
#temantapimenikah,hal.144

Singkat cerita, akhirnya Ditto memberanikan diri mengungkap perasaannya. Ayu yang sempet kaget dan bingung harus jawab apa.

Pada akhirnya mereka menikah karena merasa sudah menemukan teman terbaik sepanjang hidup mereka. Seseorang yang selalu ada dan menerima apa adanya.

Mereka punya masa lalu bersama, masa kini bersama dan punya masa depan bersama, so sweet...

Dari halaman pertama sampai terakhir, aku tuh kaya lagi dengerin seorang sahabat yang curhat ceritain perjalanan kisah cintanya, mengalir gitu aja.

Bahasanya lugas dan mudah dipahami, meskipun konflik ceritanya menurut aku datar aja, mungkin karena ending ceritanya udah ketahuan ya.. Jadi gak terlalu bikin penasaran banget.

Ya iyalah namanya juga kisah nyata,😁😁

Karena jodoh adalah misteri, kita tidak akan pernah tahu, sejauh mana kita berjalan, setinggi apa kriteria jodoh idaman, jika ternyata takdir kita adalah mungkin tetangga kita atau sahabat kita sendiri.

Seperti kisah Ayu dan Ditto misalnya, yakin deh banyak juga yang ngalamin kisah hampir sama kaya mereka.

Jadi, yang masih jomblo atau menanti jodohnya sabar ya.. Siapa tahu mereka adalah orang - orang yang ada di deket kalian. Kaliannya aja yang kurang peka! 

"Bosan itu pasti, tapi jangan pernah saling pergi. Selalu sayang, ya"
-Teman tapi Menikah-

Wassalam,

Dari yang di nikahi temen sendiri,
Pertiwi


Baca juga ulasanku tentang buku Dilan, atau Kisah Ale dan Anya dalam Critical Eleven







Jumat, 16 Maret 2018

Kenangan Dilan dan Milea



Assalamu'alaikum

Review Buku lagiii kita..

Menyelesaikan 3 seri buku karya Pidi Baiq ini membuat saya tertegun cukup lama. Nyaris seminggu lebih mengendap saja apa -apa yang ingin saya tulis. Saya belum siap menerima kenyataan bahwa kisah antara mereka berdua berakhir begitu saja.

Buku pertama, Dilan, Dia adalah Dilanku ,1990. Merupakan kisah yang diambil dari sudut pandang Milea. Tentang siapa Milea, bagaimana Dilan pertama kali berkenalan dengannya di tulis dalam buku ini.

Sebagian karakater Dilan di ceritakan oleh Milea dengan detail.
Dilan yang hobi nge -gang Motor, berantem tapi juara kelas, dan hormat pada Ayah Bundanya. Seriusan saya jadi penasaran sama sosok Dilan.

Perkenalan mereka yang unik, kejutan dari Dilan yang unpredictable, lucu dan udahannya bikin meleleh.

Kebayang  sih jaman dulu itu kan kalo cowok mau kenalan agak - agak gengges gimana gitu ya, haduhhh jadi inget jaman dulu jamannya masih suka koleksi kertas surat warna - warni dan tukeran biodata sama temen sekelas hahaha ketauan deh tuirnya.
Serius ini buku narasi dan dialognya kocak abisssssss!

Di Buku ke 2 (dua) Dilan, Dia adalah Dilanku 1991, masih ada sensasi kocak di awal cerita dan kemudian saya seperti dihempas rasa yang mengharu biru.
Kesedihan Milea karena sikap Dilan yang acuh.

Serta kenangan  kekocakan mereka berdua yang tiba - tiba menjadi berbeda dan menguap begitu saja. Pembaca yang udah di bikin baper dan cekikikan terus di paksa untuk bermuram durja sungguh ku tak rela, belum ikhlas rasanya.

Sebagai generasi yang masa remajanya tanpa sosmed tanpa handphone. Dimana komunikasi begitu sangat - sangat terbatas. Ketika perasaan hanya bisa dipendam dalam diam. Dan kesalahpahaman menjadi sesuatu yang sulit untuk diuraikan. 

Kenyataan bahwa Milea masih terus mengenang kisah mereka, mengingat dan lebih parahnya masih begitu dalam mencintai Dilan meski Milea telah menikah dan punya anak dengan orang lain.
Membuat hati saya ikut merasakan perih, sungguh saya turut prihatin pada Milea. 

Kemudian saya merasa beruntung tidak di hantui kenangan - kenangan indah macam itu. 

Buku ke- 3 , Milea, suara dari Dilan.
Adalah semacam klarifikasi dari apa yang di ceritakan oleh Milea pada 2(dua) buku sebelumnya, atau menceritakan apa yang mungkin belum ada diceritakan.

Seperti alasan - alasan menjauhnya Dilan, bagaimana perasaan Dilan pada Milea. Bahwa sebenarnya Dilan masih mencintai Milea. Dikenalkan juga pacar Dilan yang bernama Cika. 
Ah.. Jodoh memang misteri, betapa mudahnya Allah memisahkan dua orang yang saling mencinta sekalipun. Jika memang mereka bukanlah jodoh.

Fakta bahwa Dilan lebih siap dan tegar menghadapi perpisahan ini. Ada semacam kecewa sekaligus bahagia. Bahagia karena memang seharusnya pria lebih kuat hatinya. 
Kecewa karena ya Allah kasihan Milea merasakan kesedihannya sendiri.

Dalam segi bahasa, jujur saja baru kali ini membaca novel yang gaya bahasa nya seperti ke - 3 novel ini. Tidak terikat dengan gaya bahasa ataupun struktur yang baku, bahkan kosakatanya pun cenderung suka - suka. Gaya menulis yang unik.

Beberapa review yg saya baca di goodreads, ada yg pro ada pula yang kontra. Itu sih terserah ya tergantung taste masing - masing pembaca. Kalo saya sih yes banget kalo ada buku seri ke - 4 nya hahahahaha. Pokoknya bersambung terus sampe happy ending.

Pesan moralnya adalah Menjaga komunikasi yang baik dalam segala aspek kehidupan. Biasakan untuk mengklarifikasi langsung pada pihak terkait supaya kesalahpahaman tidak berlarut -larut dalam suatu hubungan. Jangan telan mentah - mentah gosip yg beredar. Saran saya di rebus dulu kemudian tambahkan bumbu, sayuran, dan telor biar sedapp, mi rebusss kalii ah..

Kapan hari pernah bertukar cerita sama Pak Suami tentang kisah kasih jaman dia sekolah dulu, di denger - denger kayak ada manis- manisnya gitu deh. Kok seru ya, sayangnya gak ada saya nya disitu. 

Pas saya cerita balik, dia bilang "hambar sekali hidupmu" gubrak deh... Sebegitu gak seru pun saya menyesal kok ya jaman antah berantah gitu udah kenal cinta - cintaan, rada jijay juga kalo di inget -inget.

Ya Allah maafkan aku yang dulu. Pernah galau, baper, terluka, patah hati halah... Bye semua yakkk 

Satu hal yang ingin saya sampaikan pada Milea, atau siapapun yang pernah punya masa lalu, apalagi mantan yang kayak Dilan, eh!

"Kalo kita tidak bisa memiliki apa yg kita cintai, maka cintailah apa yang kita miliki,"
Semoga kita bisa bersikap bijak, untuk menempatkan siapa yang layak dan berhak di simpan dalam hati dan doa kita.

Mengutip quaote-nya eyang B.J. Habibie untuk  istri tercinta,
"Masa lalu ku adalah milikku, masa lalumu adalah milikmu tapi masa depan adalah Milik Kita"

Pliss, Move on Dong Milea..😁

BTW sebenernya tulisan ini pengen di post jauh sebelum Film Dilan 1990 Tayang. Tapi kelupaan dan akhirnya ngendep gitu aja di draft. Sebegitu booming nya film ini, dari pro dan kontra pemainnya, hingga akhirnya banyak yang baper setelah menonton. Kesimpulannya Dilan ini mendadak menjadi sosok yang di idolakan banyak kalangan dari remaja samai emak - emak. 

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerjang, demikianlah.. Dilan yang banyak menuai pujian pun akhirnya harus menerima beberapa kritik juga, entah apa maksudnya.

Ada yang bilang Syiah lah.. Karena dalam diceritakan bahwa dilan mengidolakan khomaeni. Dengan pemaparan yang seolah - olah menjadi fakta. Banyak pula yang mencemooh, bahwa film Dilan memberikan pengaruh buruk pada remaja. Ada pula yang bilang gaya gombalnya lebay dan norak. 

Padahal novel, film ataupun sinetron tang lebih vulgar juga banyak sih.. Dasar mereka dengki aja tuh sama kesuksesan Dilan. Haha...

Padahal yang ngomong itu belum tentu juga bisa berkarya lebih baik.

Padahal yang bilang Dilan norak, bisa jadi kesehariannya lebih norak, lebih alay dan lebih jijay..

Heran deh hobi banget ngejelekin karya orang, karya anak negeri sendiri dan lebih herannya lebih bangga sama karya orang lain macam Drakorlah oppa korea lah.. 
Udah lah.. Bhay!

Sekian dulu dari saya, 

Wassalam.

Minggu, 04 Maret 2018

Perjalanan Menjadi Ibu

Assalamu'alaikum, 

Setelah hiatus beberapa lama dari sosial media dan menulis. Kurang lebih sebulan ini, meskipun sejatinya aku tidak pernah benar - benar pergi dari dunia kepenulisan dan buku - buku.

Kali ini aku mau share tentang perjalanan aku dan suami dalam menjalani program kehamilan. 

Diusia pernikahan kami yang ke -5, bukanlah waktu yang sebentar bagi kami untuk menunggu kehadiran momongan tapu bukan pula waktu yang lama bagi usia pernikahan kami, yang tentunya berharap selamanya sampai akhir usia.

Pernah putus asa? Tidak! Saya bukan orang yang mudah putus asa. Meski perasaan sedih pasti ada. Tapi kemudian aku sadar, seumur hidup Allah sudah begitu banyak memberiku nikmat, kesehatan, rejeki, keluarga, usia, waktu dan semuanya bahkan aku tak mampu lagi menghitung. 

Apa pantas aku mengeluh? 

Aku malu untuk mengeluh. Karena aku tau apa - apa yang Allah rencanakan adalah sebaik - baiknya rencana. Melebihi batas apa yang mampu di pikirkan oleh manusia.

Tentang Program kehamilan, 
sebenernya aku udah mulai datengin Spog sejak setahun pertama setelah menikah. Tepatnya sekitar bulan juni 2014.

Kok masih inget sih? 

Kebetulan beberapa waktu lalu, aku bersihin kulkas dan kotak obat, nemu deh resep pertama kali ke SpOg.

Jadi waktu itu aku terlambat haid beberapa minggu dan perut berasa begah banget. Saat itu sih perasaannya biasa aja gak terlalu exited gimana banget. 

Karena beberapa bulan pertama pasca pernikahan juga pernah telat haid lebih dari 2 minggu, saat itu antara siap gak siap nerima kenyataan kalo misalnya aku hamil beneran. 

Kok gitu? Entahlah waktu itu aku masih yang bener - bener baru beradaptasi banget sama suami. Dan peran sebagai istri yang cukup menguras waktu dan energi. Bayangkan waktu itu berat badanku malah turun dong dan makin kurus. 

Awalnya ke bidan terdekat, dan bidannya bilang untuk lebih memastikan harus di USG.

Berhubungan newbi banget dalam urusan perhamilan, dan gak ada sama sekali referensi dokter. Akhirnya aku dan suami ke RS. Juwita, secara memang disana yang terdekat dengan tempat tinggal aku yang sekarang.

Lupa nama dokternya, yang jelas saat itu doktenya Bapak - bapak dan aku udah parno, nanti di apain ya? 

Alhamdulillahnya antriannya cepet, cuma 2 atau 3 orang aja. Di ruang praktek dokter tsb, aku dan suami ditanya2 sebentar tentang keluhannya apa, berapa lama menikah dan tibalah saatnya aku naik ke atas tepat tidur prakter untuk di USG perut. 

Ternyata aku belum hamil kok, kata dokternya hanya gangguan hormon aja, jangan stress, toh baru belum lama menikah, di nikmati aja semua prosesnya. Siap Dok!
Setelah itu dokter memberi resep Primolut, dan vitamin becombion.

Sejujurnya obat itu gak aku minum sama sekali. Karena nasehat beberapa teman yang bilang sebaiknya jangan minum obat peluruh haid. Siapa tau kan kalo ternyata hamil. 

Singkat cerita akhirnya aku haid juga meskipun gak minum primolut yang di resepin dokter. 

Ya udah, saat itu sih masih santai aja kan belum hamil ya udah mungkin emang masih harus pacaran dulu, secara kami nikah tanpa proses pacaran. Dan tentu saja kami harus melalui proses adaptasi dalam berbagai hal. 

Selang beberapa bulan saya mengalami gangguan menstruasi lagi, dulu sempet telat haid sekarang malah sebulan bisa 2x. Akhirnya aku atur jadwal lagi kunjungan ke SpOg. Kali ini pilih RS. Bella karena dekat dengan kantor dan kebetulan ada jadwal dokter wanita juga. 

Saat itu dengan dokter W.S Redjeki, daftar dari jam 5 sore baru masuk ruang praktek jam 9 malem, antriannya banyak banget. Disinilah pertama kali ngalamin ngantri berjam-jam  di dokter kandungan. Mana gak dianter suami, untung ada adek yang setia nemenin, bawain makan dll. Inget juga disini aku kehilangan payung. 

Well, kembali ke permasalahan utama ya, jadi pas ke dokter Redjeki ini ditanya keluhannya apa, aku bilang aja jadwal mensku berantakan, sebulan ini 2x dan ditambah, pusing dan mual. Kemudian aku diminta usg trans V. Sempet kaget dan gak nyaman. Kata dokter rilex aja, Oke aku pun berusaha rilex.

Dokter bilang semuanya bagus. Rahimku bagus, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Ini hanya gangguan hormonal, stress dan kelelahan. Kemudian dokter memberikan resep Lanturol dan apalagi waktu itu aku lupa. 

Pulang naik angkot sendirian lewat dari jam 10 malam. Masih ada perasaan tidak nyaman pasca usg transV. Gak nyaman banget!

Setelah kunjungan kali ini. Aku menyimpulkan bahwa aku baik - baik saja. Hanya perlu banyak berdoa dan mencoba menjaga pola makan dan mungkin mengurangi aktifitas yang memicu stress yang dapat membuat kacau hormonku. 

Pernah juga aku ngalamin mual - mual yang aku pikir, ya palingan masuk angin aja atau kecapean. Tapi biasanya emang gak separah itu. Sampe muntah dikantor segala. Dirumah gak nafsu makan, badan lemes kepala pusing dan berat.

Perut laper tapi mual dan lidah terasa pahit. Dibeliin nasi padang sama suami, yang biasanya lahap, ini gak mau sama sekali. Anehnya adalah biasanya walaupun aku sakit aku tetep doyan makan lho.. Kok ini gak mau, bahkan di tawarin mi rebus pun sampe pengen muntah nyium bau nya. 

Ada apa denganku?  Entah lah jadwal mens masih beberapa hari lagi. Jadi aku gak mau Ge - er dulu. Karena aku lemes dan dehidrasi parah, yang kebayang di pikiran cuma pengen buah pisang atau jeruk. Pas di beliin pun cuma makan satu aja.

Akhirnya aku bilang ke suami, minta berobat aja karena gak berani minum obat warung. Udah super kliyengan jalan ke kamar mandi aja nyaris jatuh.

Btw sebelum ke dokter suami minta aku tespack waktu itu sekitar jam 4 sore, hasil negatif! Fix deh ini mah meriang aja. Buruan berobat minimal biar doyan makan dan gak pusing.

Akhirnya ke klinik kebidanan terdekat. Dan bidannya gak ada. Cuma ada dua orang perempuan muda yang kemungkinan adalah assistan bidan. Dan aku sedikit meragukan mereka. Tapi ya udahlah, berhubung udah gak karuan ini badan aku pasrah aja.

Setelah menjalankan serangkaian prosedur seperti cek tensi, suhu dll, mereka ngeresepin aku obat pusing, obat mual, dan demam juga. 

Sepulangnya dari klinik itu aku makan buah pisang dan minum obat. Lumayan bisa tidur pules, demamnya turun dan mual juga berkurang. Udahannya aku flek, flek lagi dan akhirnya deres. Anda belum beruntung, Silakan coba lagi! Hahaha.. 

Pelajaran banget untuk jaga kondisi dan sebisa mungkin tidak minum obat apapun. Kalo udah mual atau meriang. Tahan dulu, sugesti positif... Sehat.. Sehat.. aku sehat,  aku siap untuk hamil, melahirkan dan merawat anak - anak dengan baik!


















Rabu, 24 Januari 2018

Tentang Niat


Pernikahan adalah ibadah. Dengan menikah sempurnalah separuh agama kita. Dengan menikah berarti kita juga telah menjalankan sunah dari Rosululloh.

Jadi niat kita saat menikah haruslah untuk beribadah kepada Allah SWT. Throw back saat saya berada dalam situasi menjelang pernikahan. Saya ingat - ingat lagi, apa sih yang membuat saya begitu yakin untuk melangkah ke gerbang pernikahan saat itu.

Saya ingin menghindari fitnah. Fitnah Pacaran. Pernah melalui masa jahiliyah dalam hidup. Bukan tentang saat itu belum paham akan hukum Allah. Tapi menjalankan prinsip amar ma'ruf nahi mungkar sungguh tidaklah mudah.

Apalagi di tengah lingkungan masyarakat yang seolah menganggap lumrah pacaran. Saya malu dan sangat menyesal pernah dengan kesadaran penuh bermaksiat kepada Allah.

Ya Allah berilah petunjuk, saya ingin bertaubat,mohon berikan kekuatan. Agar saya mampu menghindari godaan syetan yang terkutuk.

Sampai dengan saat ini saya masih saja bergetar dan marah pada kekhilafan saya di masa lalu. Pergi berdua dengan yang bukan muhrim, gandengan tangan, merindu, mencinta pada seseorang yang bukan haq nya.

Saya merasa jijik menghalalkan semua atas nama cinta. Tapi bersyukur Allah menyentil saya, Allah masih berkenan meluruskan hati saya sebelum melangkah lebih jauh dalam kemaksiatan.

Pada akhirnya saya sadar tidak ada yang namanya pacar soleh, karena lelaki soleh tidak akan pernah mengajak pacaran.
Tidak ada yang namanya pacaran islami, karena dalam islam tidak ada yang namanya pacaran.

Suka heran kenapa status 'jomblo' banyak di bully. Salah dimana? Bahkan ada beberapa yang uring -uringan kalo sehari saja putus dari pacar udah kaya dunia mau kiamat aja.

Apa dikira hebat yang bisa pacaran, apalagi yang bisa gonta ganti pacar?
Saya tidak sedang menghakimi atau sok suci.

Saya mengatakan ini sebagai orang yang pernah salah dan mencoba untuk memperbaiki diri.

Jodoh adalah cerminan diri. Siapapun yang berusaha memperbaiki diri sama artinya dia sedang memperbaiki jodohnya.

Yang perlu di ingat menikah kemudian punya anak bukanlah sebuah ajang perlombaan siapa yang paling cepat dia yang bakal mendapat penilaian terbaik. Jangan menikah karena deadline, jangan menikah karena disuruh, jangan menikah karena terpaksa, jangan menikah karena latah dan ikut-ikutan, jangan menikah cuma karena usia, jangan menikah saat kamu sama sekali tidak yakin dengan pernikahanmu itu.

Pernikahan adalah ibadah sepanjang sisa usia, karenanya niatkan semua untuk ibadah. Niatkan dan bertawakal pada Allah sepenuhnya. Supaya apa? Supaya gak gampang dikomporin, supaya gak gampang menyerah, supaya gak se-te-res saat mendapat jodoh di luar ekpektasi, supaya tahan banting dalam segala medan pertempuran, supaya gak gampang ngeluh - ngeluh. Supaya makan ati tiap hari, kan bosen yakkkk!


Karena setiap pasangan menikah punya ujiannya masing - masing. Bersiaplah untuk segala kemungkinan, yang terburuk sekalipun. Karena sesungguhnya menghadapi komentar netizen tentang rumah tanggamu, tidaklah mudah.


Histereskopi Operatif di RS Hermina Bekasi Barat

Bulan Mei 2018, pikiran lagi semrawut. Jadwal Haid berantakan padahal udah membulatkan tekad untuk ikutin saran dokter Rizki melakukan tin...